Pantau seluruh ekosistem lini manufaktur secara 360 derajat. Sistem dinamis, adaptif, dan siap dikustomisasi penuh mengikuti regulasi serta SOP spesifik di lantai pabrik Anda.
Sistem pantauan komparatif indikator mesin, kapasitas *load*, dan performa target secara visual.
Setiap lini produksi memiliki karakteristik, alur mesin, dan SOP keamanan yang berbeda-beda. UniOps-Hub dirancang dengan arsitektur **fleksibel dan adaptif**, memungkinkan tim IT dan *engineering* pabrik melakukan perubahan parameter tanpa perombakan total.
Kustomisasi Alur SOP & Checklist: Tambah atau ubah isian checklist K3 (5S) secara instan menyesuaikan audit berkala Unilever.
Skalabilitas Integrasi Sensor IoT: Siap dihubungkan ke berbagai merk sensor suhu, tekanan, PLC, maupun pemindai barcode lokal di masa depan.
Fleksibilitas Struktur Divisi: Bebas menambah sub-bagian baru, merombak matriks penilaian *Skill Matrix* kru, serta pemetaan ulang layout gedung.
Pasang atau lepas modul fungsionalitas sesuai kebutuhan lini.
Atur batas ambang (*threshold*) sensor alat dengan mudah.
Konektivitas tinggi dengan ERP utama, mesin SCADA & HRIS pusat.
Didesain siap menyambut implementasi AI & predictive maintenance.
Sistem secara otomatis menyaring data kompetensi kru. Saat supervisor atau ketua divisi memetakan shift untuk bagian pengolahan bahan ataupun pengemasan otomatis, sistem memvalidasi kelayakan penempatan tenaga kerja agar sesuai kualifikasi teknis alat.
Mencegah penempatan salah sasaran secara mutlak pada mesin pencetak dan pengemas otomatis, menekan potensi kesalahan operasional mekanik.
Karena personel tidak membawa ponsel demi sterilisasi area produksi, **Ketua Divisi** memindai ID Card kru saat memasuki area stasiun kerja masing-masing menggunakan tablet divisi. Status terisi terintegrasi penuh ke dasbor monitor utama.
Apabila terjadi kekurangan operator di area krusial seperti Filling Line, sistem segera memicu peringatan visual dan menyarankan pergeseran kru cadangan terdekat.
Ketua divisi menginput akumulasi data output kemasan harian, total kuantitas produk cacat (*defect*), serta durasi penundaan akibat kendala teknis (*downtime*) secara efisien di akhir pos pengerjaan.
Data masuk secara komparatif real-time, memberi gambaran validasi performa OEE tim (Misal: Divisi A mencapai target 85%, Divisi B 70%).
Sebelum lini bergerak, Ketua Divisi wajib memverifikasi kepatuhan checklist keselamatan digital 5S seluruh tim. Bila di tengah pengerjaan terjadi problem mesin, Ketua Divisi menekan tombol **"SOS / Andon"** pada tablet kontrol lini.
Sinyal bahaya visual langsung membakar peta ruang utama di monitor departemen mekanik (*maintenance*) agar langsung ditangani tanpa interupsi manual.
Menjamin efisiensi tinggi tanpa mendisrupsi konsentrasi fisik para pekerja di lini produksi.
Supervisor mengatur komposisi grup di ruang kontrol. Matriks keahlian disortir otomatis, memastikan kompetensi penuh sebelum kru melangkah masuk ruang pabrik.
Ketua Divisi memegang tablet stasiun, memindai tanda pengenal fisik seluruh anggotanya. Peta digital interaktif pusat seketika memperbarui status keterisian line.
Ketua Divisi melakukan pelaporan checklist K3 (5S) berkala. Memiliki kuasa menekan tombol Andon digital jika mesin membutuhkan perbaikan teknisi instan.
Saat jam operasional berakhir, penutupan kerja merangkum total produk, durasi kendala, dan kehadiran menjadi rekapitulasi data akurat untuk HR & Manajer.